Pemilik toko mencatat penjualan, pembelian, pengeluaran, dan perubahan stok di WhatsApp atau Telegram. Boring Shop Ops mengubah pesan tersebut menjadi catatan rapi di Google Sheet yang sudah dipakai untuk kerja harian.
3 kotak, tunai Rp150.000. Stok berkurang setelah konfirmasi pemilik.
10 bungkus dari supplier, Rp280.000. Referensi struk tersimpan.
Tersisa 12 bungkus. Batas pengingat stok menipis adalah 10 bungkus.
Toko kecil tidak membutuhkan ERP lain atau aplikasi harian baru. Mereka membutuhkan penjualan, pembelian, pengeluaran, dan perubahan stok agar tidak hanya tersimpan di riwayat chat atau ingatan.
Penjualan, pembelian dari supplier, dan pengeluaran harian baru diingat belakangan atau tenggelam di antara pesan chat biasa.
Stok masuk, stok keluar, dan koreksi terjadi sepanjang hari, tetapi total spreadsheet sering tidak terbaru.
Pemilik perlu bertanya ke sana-sini untuk memahami penjualan, pengeluaran hari ini, atau apa yang harus dibeli berikutnya.
Solusi ini sengaja dibuat cukup kecil untuk pilot pertama dan cukup berguna untuk operasional harian.
Pemilik mengirim penjualan, pembelian, pengeluaran, perubahan stok, foto struk, atau voice note.
Boring Shop Ops mencocokkan produk dan hanya menanyakan jumlah, kuantitas, atau metode pembayaran bila belum ada.
Pemilik memeriksa ringkasan terstruktur sebelum perubahan penting pada buku kerja dibuat.
Sheet diperbarui dan ringkasan pemilik menjawab dari catatan terpercaya yang sama.
Bakery rumahan, makanan beku, katering, dan penjual menu harian dengan bahan baku, produksi, dan pembelian rutin.
Bisnis florist, hadiah, hampers, kecantikan, dan fesyen yang membutuhkan riwayat pergerakan stok yang terpercaya.
Pemilik yang membutuhkan catatan penjualan, pembelian supplier, stok, dan kas harian tanpa harus masuk ke ERP terlebih dahulu.
Boring Shop Ops adalah produk untuk pemilik yang mencatat toko dari chat ke Sheets. Saat bisnis berkembang, BoringOps dapat menghubungkan workflow yang sama ke sistem yang lebih lengkap.